SEMANGAT

Di mana pun kamu berada tetap SEMANGAT
Featured Post Today
print this page
Latest Post

HIJABERS

0 komentar

PELANTIKAN PENGURUS INTRA

1 komentar

MEMBERS OF KPI

http://si-iich.blogspot.com/search/label/kampus




MEMBERS OF KPI
Berawal dari tahun 2010 kita memulai perjalanan dengan penuh suka cita. Masih lugu sih gak tahu kanan kiri gak kenal siapa-siapa tapi pingin kenalan. Berawal dari 47 anggota sekarang tinggal 35 anggota. Itu adalah pilihan setiap individu, tapi dimanapun kita berada KPI ALWAYS THE BEST.
SEMANGAT semua. Jangan pernah menyerah. Perjalanan kita masih panjang kita adalah satu. WE ARE KPI 2010.
0 komentar

PENGRUS BEM FD 2011-2012

PERJALANAN BERSAMA
Sudah tidak terasa perjalanan kepengurusan BEM FD periode 2011-2012 sudah berahir. Perjalanan penuh suka cita mengiri 20 pengurus BEM FD untuk semua mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Walisongo. Setiap program kerja yang dikerjakan semua difikirkan dengan matang agar benar-benar sampai sesuai target.
Terimakasih kepada seluruh teman-teman mahasiswa yang telah membantu perjalanan BEM FD. Kami juga memohon maaf apabila dalam menjalankan tugas kami masih melalaikan ataupun melakukan hal yang salah dan kurang berkenan. Semoga kepengurusan berikutnya akan lebih baik lagi. Amin….
0 komentar

Berhijab, Why not ?

Ini tugas kelompok kami.... semoga bisa menikmati hasil kerja kami...
saran dan kritik sangat membantu demi menjadikan tugas ini lebih sempurna.... terimakasih....
http://si-iich.blogspot.com/search/lebel/work
0 komentar

FREND FOREVER

1 komentar

PENGERTIAN INSTRUMEN


1.      Pengertian Instrumen dan Penjelasannya
Instrumen penelitian adalah: Merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi yang bermanfaat untuk menjawab permasalahan penelitian. Instrumen sebagai alat pada waktu penelitian yang menggunakan suatu metode. Menyusun instrumen penelitian dapt dilakukan peneliti jika peneliti telah memahami benar   penelitiannya. Pemahaman terhadap variabel atau hubungan antar variabel merupakan modal penting bagi peneliti agar dapat menjabarkan menjadi sub variabel, indikator, deskriptor dan butir-butir instrumennya.
Ada beberapa langkah umum yang bisa ditempuh dalam menyusun instrumen penelitian. Langkah-langkah tersebut adalah:
1.    Analisis variabel penelitian, yakni mengkaji variabel menjadi sub penelitian sejelas-jelasnya, sehingga indikator tersebut bisa diukur dan menghasilkan data yang diinginkan peneliti. Dalam membuat indikator variabel, peneliti dapat menggunakan teori atau konsep-konsep yang ada dalam pengetahuan ilmiah yang berkenaan dengan variabel tersebut, atau menggunakan fakta empiris berdasarkan pengamatan lapangan.
2.    Menetapkan jenis instrumen yang digunakan untuk mengukur variable / subvariabel / indikator-indikatornya. Satu variabel mungkin bisa diukur oleh atau jenis instrumen, bisa pula lebih dari satu instrumen.
3.    Setelah ditetapkan jenis instrumennya, peneliti menyusun kisi-kisi atau layout instrumen. Kisi-kisi ini berisi lingkup materi pertanyaan, abilitas yang diukur, jenis pertanyaan, banyak pertanyaan, waktu yang dibutuhkan. Materi atau lingkup materi pertanyaan didasarkan pada indikator varibel. Artinya, setiap indikator akan menghasilkann beberapa luas lingkup isi pertanyaan, serta abilitas yang diukurnya. Abilitas dimaksudkan adalah kemampuan yang diharapkan dari subjek yang diteliti. Misalnya kalau diukur prestasi belajar, maka abilitas prestasi tersebut dilihat dari kemampuan subjek dalam hal pengenalan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, evaluasi. Atau bila diukur sikap seseorang, maka lingkup abilitas sikap kita bedakan aspek kognisi, afeksi, dan konasinya.
4.    Berdasarkan kisi-kisi tersebut lalu peneliti menyusun item dan pertanyaan sesuai dengan jenis instrumen dan jumlah yang telah ditetapkan dalam kisi-kisi. Jumlah pertanyaan bisa dibuat lebih dari yang ditetapkan sebagai item cadangan. Setiap item yang dibuat peneliti harus sudah punya gambaran jawaban yang diharapkan. Artinya, prakiraan jawaban yang betul/diinginkan harus dibuat peneliti.
5.    Instrumen yang sudah dibuat sebaiknya diuji coba digunakan untuk revisi instrumen, misalnya membuang instumen yang tidak perlu, menggantinya dengan item yang baru, atau perbaikan isi dan redaksi/bahasannya.[1]
Fungsi instrumen adalah mengungkapkan fakta menjadi data. Menurut Arikunto, data merupakan penggambaran variabel yang diteliti dan berfungsi sebagai alat pembuktian hipotesis, benar tidaknya data tergantung dari baik tidaknya instrumen pengumpulan data.[2] Beberapa jenis instrumen dalam suatu penelitian adalah sebagai berikut :
a)        Tes
Sederetan pertanyaan atau latihan atau alat yang digunakan untuk mengukur keterampilan,pengukuran intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki individu atau kelompok.
b)        Kuesioner
Sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari reponden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui.
c)        Wawancara (Interview)
Interview digunakan oleh peneliti untuk menilai keadaan seseorang, misalnya untuk mencari data tentang variabel latar belakang murid, orang tua, pendidikan,perhatian, sikap terhadap sesuatu.
d)       Observasi
Mengadakan pengamatan secara langsung,observasi dapat dilakukan dengan tes,kuesioner, ragam gambar, dan rekaman suara.Pedoman observasi berisi sebuah daftar jenis kegiatan yang mungkin timbul dan akan diamati.
e)        Skala bertingkat (ratings)
Suatu ukuran subyektif yang dibuat berskala.Walaupun skala bertingkat ini menghasilkan data yang kasar tetapi cukup memberikan informasi tettentu tentang program atau orang.Instrumen ini dapat dengan mudah memberikan gambaran, penampilan, terutama penampilan didalam orang menjalankan tugas yang menunjukkan frekuensi munculnya sifat-sifat. Didalam menyusun skala, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menentukan variabel skala. Apa yang harus ditanyakan harus apa yang diamati responden.
f)         Dokumentasi
Berasal dari asal kata dokumen, yang artinya tetulis, didalam melaksanakan metode dokumentasi, penelitian menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah,dokumen peraturan-peraturan, notulen rapat,dan sebagainya.

2.      Pengujian Instrumen penelitian
Sebuah instrumen dikatakan baik jika memenuhi dua kriteria sebagai berikut :a. Valid, Valid adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan atau kesahihan suatu alat ukur. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Analoginya misalnya meteran yang valid dapat digunakan untuk mengukur panjang dengan teliti, karena meteran alat untuk mengukur panjang.Meteran menjadi tidak valid jika digunakan untuk mengukur berat.Jadi,hasil penelitian  dikatakan valid jika terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadipada obyek yang diteliti. b. Reliable,reliable adalah konsistensi alat pengumpul data atau instrument dalam mengukur apa saja yang diukur. Instrumen yang reliable jika digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama.Jadi, instrument yang valid dan reliable merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan reliable.[3]

3.         Pengertian Pengumpulan Data dan Penjelasannya
Sebelum mengetahui pengumpulan data kita harus tahu pengertian dari sumber data. Sumber data adalah subyek dari mana data diperoleh.  Pengumpulan data merupakan salah satu tahapan sangat penting dalam penelitian. Teknik pengumpulan data yang benar akan menghasilkan data yang memiliki kredibilitas tinggi, dan sebaliknya. Apabila peneliti menggunakan kuesioner dalam pengumpulan datanya maka sumber data disebut responden yaitu, orang yang menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti, baik pertanyaan lisan maupun tulisan. Jika pengumpul data melakukan sedikit kesalahan akan mempengaruhi data dan kesimpulannya dapat salah. Apabila menyusun instrument merupakan pekerjaan penting dalam penelitian, maka akan jauh lebih penting lagi mengumpulkan data terutama jika peneliti menggunakan metode yang memiliki cukup besar celah untuk dimasuki unsur minat peneliti.w
Ada 2 sumber data yaitu:
1)        Data Primer
Data yang langsung diambil dari sumber pertama dilokasi penelitian atau objek penelitian.Ada 3 cara pengumpul data primer:
a.       Observasi
b.      Wawancara
c.       Kuesioner
2)        Data Sekunder
Data yang diambil dari hasil mengumpulkan orang lain, contoh: Data yang dimiliki perusahaan, Data BPS, Browsing di internet dan sebagainya.


[1] Raj muhammad teguh. Methodologi penelitian ekonomi. Jakarta: Raja Grafindo persada, 2001,ha 166
[2]Suharsimi,arikunto,Prosedur Penelitian suatu pendekatan Praktik,Jakarta :PT.Asdi Mahasatia,2006,hal 150-160
[3] Sugiyono.Metode Penelitian Administrasi. Bandung : Alfabeta.2009
6 komentar
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Belajar Bersama - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger